Wakil Bupati Mamuju Tengah Gelar Buka Puasa bersama

Uncategorized61 Dilihat

MAMUJU TENGAH, MaleoSulbar.Com – Senja di jalan Poros Topoyo – Tumbuh, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) terasa lebih hangat dari biasanya pada Minggu (1/3/2026).

Bukan sekadar perpindahan suhu menuju petang, melainkan karena silaturahmi yang berdenyut kencang di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati (Wabub) Mateng, Askary Anwar.

Di sana, Askary, buka pintu lebar-lebar, mengundang keberagaman untuk duduk bersama dalam satu meja perjamuan buka puasa (Buka bersama).

Jelang waktu buka puasa tiba, pelataran Rujab orang nomor dia di Mateng itu mulai bertransformasi menjadi titik temu lintas sektoral.

Tak ada sekat yang membatasi, mulai dari Ketua DPRD Mateng, jajaran pejabat teras, hingga para pemangku adat dan tokoh agama tampak membaur dengan masyarakat umum.

Kehadiran Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, yang didampingi oleh Hj. Asriani Arsal, semakin menambah kekhidmatan suasana, menyiratkan potret sinergitas kepemimpinan yang harmonis di Bumi berjuluk Lalla’ Tassisara’ itu.

​Dalam sambutannya yang sarat akan makna, Dr. Askary Anwar mengungkapkan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan haus dan lapar, melainkan momentum emas untuk merajut kembali benang-benang persaudaraan yang mungkin sempat merenggang.

​Mantan Sekda Mateng yang kini jabat Wabub itu menuturkan bahwa, Ramadan adalah ruang untuk memperkokoh persaudaraan tanpa memandang latar belakang.

“Saya berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Jika ada kekurangan dalam jamuan ini, kami memohon maaf sedalam-dalamnya. Semoga silaturahmi ini membuahkan berkah yang melimpah,” tutur Askary.

​Lebih dari sekadar seremonial makan bersama, Askary menyelipkan pesan persatuan yang krusial bagi masa depan daerah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus “merapatkan barisan” dan menjaga stabilitas sosial melalui ruang-ruang dialogis seperti ini.

Menurutnya, kemajuan Mamuju Tengah hanya bisa diraih jika fondasi persatuannya kokoh.

​Rangkaian acara ditutup dengan tausiah singkat yang menyejukkan kalbu, disusul dengan doa bersama yang menggetarkan angkasa Rujab.

Saat azan berkumandang, tegukan air dan manisnya takjil menjadi simbol purna-nya ibadah hari ini, sekaligus menjadi pengikat janji kolektif untuk terus membangun daerah dalam bingkai kebersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *