Wakil Bupati Mamuju Tengah Gelar Rapat Bersama Satgas Bahas Darurat Kekeringan

Blog107 Dilihat

Mateng, Maleo Sulbar Com-Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Sinergi Penanganan Kekeringan Serta Kebakaran Hutan dan Lahan.

Rapat Berlansung Pada Hari Pertama di Bulan Sebtember 2026 Tersebut di Pimpin Lansung Oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary di Dampingi Sekertaris Daerah Litha Febriani, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor(Kabag OPS Polres), Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait, Serta Jajaran Pemerintahan Kecamatan dan Pemerintah Desa.

Dalam Sambutan Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary Menyampaikan, Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Kekeringan dan Kebakaran Resmi di Perpanjang Masa Penugasannya.

Keputusan Tersebut Diambil Mengingat Kondisi Keterbatasan Infrastruktur dan Sumber Daya yang ada, Sehingga di Perlukan Kerja Sama dan Kolaborasi Lebih Erat Untuk Mengatasi Dampak Fenomena EI Nino Masih Berlansung.

Lanjut Wakil Bupati Mengatakan Kita Harus Siap. Kesiapan ini Tidak Hanya Menjadi Tanggung Jawab Satgas Saja, Tetapi Semua Stakeholder Seperti Masyarakat, Pemerintah Desa Maupun Perusahaan Swasta.

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Telah Menyusun Strategi Komprehensif Untuk Menghadapi Dampak EI Nino di Prediksi Masih Akan Berlansung Hingga Awal Tahun 2027.

Wakil Bupati Juga Mengatakan Strategi ini Mencakup Berbagai Aspek Penanganan Mulai Dari Ketersediaan Air Bersih Hingga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Ia Memberikan Penegasan Tegas Kepada Pihak Swasta Terkait Kewajiban Mereka Dalam Penanganan Bencana.

Berdasarkan Perauran Perundang-Undangan Berlaku, Perusahaan Swasta Wajib Membantu Dalam Upaya Penanggulangan Kekeringan dan Kebakaran.

Olehnya itu Agak Tegas ke Swasta Berdasarkan Undang-Undang Mereka Harus Membantu tim Satgas, Untu Mempersiapkan Armada Pemadam Kebakaran dan Peralatan Teknis, Karena Telah Diatur Dalam Undang-Undang”Tutur Wakil Bupati.

Ia Menambahkan di Antara Fokus Utama Penanganan Adalah Ketersediaan Sumber Air Bersih. Saat ini Kapasitas Sumber Air Tersedia Hanya Mencapai 35 Liter Per Detik.

Pemerintah Daerah Menargetkan Peningkatan Kapasitas Menjadi 40 Hingga 50 Liter Per Detik. Dengan Peningkatan Tersebut Pemerintah Berharap Bisa Menjangkau Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Dalam Kota Maupun Pendistribusian ke 39 Desa Terdapak Kekeringan”Sebutnya.

Dari Total 54 Desa yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah, Sebanyak 39 Desa Tercatat Terdampak Kekeringan Akibat Fenomena IE Nino Berkepanjangan.

Rapat Koordinasi Tersbut Menjadi Langka Strategis Pemerintah Daerah Dalam Memastikan Kesiapsiagaan dan Sinergitas Seluruh Pemangku Kepentingan Guna Meminimalisir Dampak Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan Serta Lahan di Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah”Tutupnya.

Rapat Koordinasi Tersebut di Gelar di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak Selasa 1/9/2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *