Jelang Kunjungan Wapres Gibran, Gubernur Sulbar Tinjau Lokasi Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang

Blog36 Dilihat

MAMUJU, maleosulbar.com– Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, meninjau persiapan lokasi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Desa Tamalea, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, dalam rangka peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang.

Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap sejarah panjang, kekayaan budaya, serta kehidupan masyarakat Kalumpang yang dikenal menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi.

Ia mengungkapkan, Kalumpang memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Sulawesi Barat. Bahkan, menurutnya, kawasan tersebut telah memiliki struktur pemerintahan sejak 464 tahun silam sehingga menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sejarah Mamuju.

“Kalumpang itu indah, peradabannya tua. 464 tahun yang lalu, Kalumpang sudah memiliki struktur pemerintahan. Olehnya itu, hari jadi Mamuju, tonggak sejarahnya adalah Kalumpang,” ungkap Suhardi Duka, Sabtu 31 Oktober 2026.

Selain sejarahnya, Suhardi Duka juga mengapresiasi keramahan masyarakat serta kekayaan budaya Kalumpang yang telah menjadi bagian dari identitas Sulawesi Barat. Ia secara khusus menyebut kain tenun Sekomandi sebagai warisan budaya yang memiliki nilai seni tinggi.

Menurutnya, Sekomandi bahkan telah dikenal hingga mancanegara. Ia mengaku pernah melihat kain tenun khas Kalumpang tersebut dipajang di sebuah museum di Amerika Serikat.

“Begitu kuatnya Sekomandi, begitu tingginya nilai seni dan nilai budaya Sekomandi itu. Olehnya itu, banggalah kita. Bukan hanya orang Kalumpang yang bangga, saya pun bangga dengan Sekomandi,” ujarnya.

Pada momentum peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Suhardi Duka juga mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas membaca dan memahami kitab suci, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap agama harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap perbedaan. Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas beragam agama dan suku sehingga persatuan harus terus diperkuat melalui sikap toleransi yang tinggi.

“Pada saat kita memahami agama, maka pada saat itu pula kita juga akan memahami perbedaan. Olehnya itu, kita harus mengakui bahwa Indonesia tidak satu agama, Indonesia tidak satu suku. Dengan demikian, dituntut persatuan. Dan inti dari persatuan adalah rasa toleransi yang tinggi,” tegas Suhardi Duka.

Ia menilai masyarakat Kalumpang telah menunjukkan praktik toleransi, saling memahami, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Di sisi lain, Suhardi Duka menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Kalumpang, termasuk pembangunan akses jalan guna mendukung konektivitas dan kemajuan daerah.

“Saya pun memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah ini. Menjelang dua tahun kepemimpinan saya, alhamdulillah tetap kita bangun jalan. Dan tanggung jawab saya untuk bisa sampai ke tanah Kalumpang,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan tersebut, Gubernur Sulbar turut menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada panitia penyelenggara untuk membantu memenuhi kebutuhan persiapan peringatan sekaligus menyambut kedatangan Wakil Presiden RI.

“Saya berharap, peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang menjadi momentum penting untuk merawat warisan sejarah, memperkuat toleransi, dan meneguhkan semangat persatuan dalam membangun Sulbar yang lebih maju,” tutup Suhardi Duka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *