Polman, maleosulbar.com– Dalam semangat bulan suci yang identik dengan pengendalian diri dan kepedulian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turut menggelar kegiatan Korvei Aksi Bersih bertajuk Gerakan Indonesia Asri: Ramadhan Minim Sampah, Puasa Berkah, Bumi Terjaga, pada Minggu 1 Maret 2026, bertempat di Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, yang mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadhan bukan hanya sebagai waktu membersihkan hati, tetapi juga merawat bumi dari tumpukan sampah yang kerap meningkat selama bulan puasa. Langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Melalui aksi bersih yang melibatkan berbagai unsur, peserta turun langsung membersihkan area kegiatan dan lingkungan sekitar. Pesan yang diusung sederhana namun kuat: berkah puasa akan terasa lebih utuh ketika lingkungan pun dijaga kebersihannya. Sampah plastik sekali pakai, sisa kemasan makanan, hingga limbah konsumsi harian menjadi perhatian utama dalam gerakan ini.
Kepala DLHK Sulbar, Zulkifli Manggazali menegaskan bahwa kampanye “Ramadhan Minim Sampah” bukan sekadar slogan musiman, melainkan ajakan untuk membangun kebiasaan baru yang lebih bijak dalam mengelola sampah, seperti membawa wadah sendiri saat berbuka, mengurangi penggunaan plastik, serta memilah sampah dari rumah.
“Semangat gotong royong yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi cermin bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Ketika tangan-tangan bergerak memungut sampah, sesungguhnya sedang dirajut pula kesadaran kolektif bahwa bumi yang bersih adalah warisan berharga untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Dengan kolaborasi dan konsistensi, DLHK Sulbar berharap gerakan ini terus meluas, menjadikan Ramadhan sebagai titik tolak perubahan menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Karena puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan diri dari perilaku yang merusak alam.









