MAMUJU, maleosulbar.com– Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi penyakit gigi dan mulut melalui pelatihan bagi pengelola program dari 30 puskesmas di enam kabupaten.
Pelatihan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 di Hotel Maleo, Mamuju, ini didukung Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer.
Kegiatan dibuka oleh Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim. Peserta terdiri atas dokter gigi dan terapis gigi dan mulut yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas promosi kesehatan, deteksi dini, serta tindak lanjut kasus di wilayah kerja masing-masing.
Dalam sambutan pembukaan, Nursyamsi menekankan bahwa deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
“Deteksi dini penyakit gigi dan mulut harus menjadi perhatian bersama. Melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kita berharap permasalahan kesehatan gigi dan mulut dapat ditemukan lebih awal, ditangani secara tepat, dan tidak menunggu sampai kondisinya menjadi lebih parah,” kata Nursyamsi.
Pelatihan ini mencakup materi kebijakan dan manajemen program kesehatan gigi dan mulut, promosi kesehatan berdasarkan siklus kehidupan, deteksi dini, tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai kompetensi, penggunaan fluorida sesuai indikasi, serta pencatatan dan pelaporan program.
Pembelajaran dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi, studi kasus, dan praktik lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung dalam pelayanan di puskesmas.
Penguatan kompetensi tenaga kesehatan dinilai penting agar pelayanan kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika keluhan muncul, tetapi juga mendorong pencegahan, pengenalan faktor risiko, penemuan kasus lebih awal, dan rujukan sesuai kebutuhan pasien.
DKPPKB Sulbar berharap peserta dapat menerapkan hasil pelatihan di fasilitas pelayanan masing-masing serta memperkuat pelaksanaan program kesehatan gigi dan mulut secara terintegrasi. Hasil pelatihan juga diharapkan memberi dampak nyata terhadap akses dan mutu pelayanan bagi masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat, “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, DKPPKB Sulbar mendorong pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih promotif, preventif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.






