Viral Asap Keluar dari Dalam Tanah di Mamuju, BPBD Sulbar Imbau Warga Waspada

Blog142 Dilihat

MAMUJU, maleosulbar.com– Video yang memperlihatkan asap keluar dari dalam tanah di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), viral di media sosial pada Minggu 18 Oktober 2026 kemarin.

Fenomena tersebut memicu spekulasi di kalangan masyarakat. Namun, hingga Senin 19 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengaku masih menunggu laporan dari BPBD Kabupaten Mamuju untuk mengetahui kondisi di lokasi.

Kepala BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah mengatakan, pihaknya belum menerima koordinasi maupun laporan dari BPBD Kabupaten Mamuju terkait fenomena tersebut.

“Belum ada (koordinasi, red). Harus Kabupaten dulu yang memeriksa dulu itu,” kata Muhammad Yasir Fattah.

Muhammad Yasir mengungkapkan, pihaknya akan meminta laporan kepada BPBD Kabupaten Mamuju apabila informasi mengenai fenomena tersebut belum juga disampaikan.

“Pasti kita akan minta laporannya terkait itu. Cuma mungkin dia belum buat laporannya. Kalau memang dia tidak ada, nanti kami akan bertanya ke sana terkait itu,” ujarnya.

Di tengah belum adanya laporan resmi mengenai penyebab munculnya asap tersebut, Muhammad Yasir mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi.

Menurut dia, penyebab fenomena tersebut belum diketahui secara pasti. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan penggalian atau tindakan lain di sekitar titik keluarnya asap yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Imbauan untuk sementara ini, tetap masyarakat waspada dulu. Jangan terlalu mendekat ke situ, karena kita belum tahu apa itu,” katanya.

Muhammad Yasir juga mengingatkan adanya kemungkinan bahaya kebakaran di bawah permukaan tanah yang perlu diwaspadai. Namun, kemungkinan tersebut belum dipastikan sebagai penyebab fenomena yang terjadi di Desa Botteng.

“Saya lihat itu dia gali-gali. Seharusnya dia tidak melakukan itu. Takutnya dia ada kebakaran di bawah. Itu akan membahayakan masyarakat,” tutur Muhammad Yasir.