Penyusunan RAD-KSB 2026–2029, Disbun Sulbar Laksanakan Rapat Identifikasi dan Pendataan Program Kegiatan

Blog56 Dilihat

Mamuju, maleosulbar.com— Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Rapat Identifikasi dan Pendataan Program/Kegiatan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB), Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026-2029, sebagai upaya mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang produktif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, didampingi Sekretaris Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia, serta Kepala Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Penyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Provinsi Sulawesi Barat yang terdiri atas unsur instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, serta pihak-pihak terkait yang memiliki program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan komoditas kelapa sawit.

Penyusunan RAD-KSB merupakan amanat kebijakan nasional yang bertujuan mendorong terwujudnya pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan melalui sinergi antar pemangku kepentingan. Dokumen ini menjadi instrumen perencanaan daerah yang memuat arah kebijakan, strategi, program, serta kegiatan lintas sektor yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sulawesi Barat sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit memiliki potensi yang besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang terkoordinasi agar berbagai program yang dilaksanakan oleh perangkat daerah dan instansi terkait dapat berjalan secara harmonis, saling mendukung, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya pekebun kelapa sawit.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menekankan pentingnya integrasi program lintas sektor dalam penyusunan RAD-KSB.

“Kami berharap program/kegiatan yang berhubungan dengan kelapa sawit yang berada di instansi Bapak/Ibu masing-masing dapat diselaraskan dan diintegrasikan dalam rapat kali ini. Dengan adanya sinergi dan kolaborasi antar instansi, pelaksanaan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Sulawesi Barat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Faizal.

Lebih lanjut, Faizal menyampaikan bahwa identifikasi dan pendataan program/kegiatan dari setiap instansi merupakan langkah strategis untuk memetakan dukungan program yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan pada periode mendatang. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan matriks program dan kegiatan RAD-KSB sehingga pelaksanaannya dapat terarah dan terukur.

Adapun tujuan dari pelaksanaan rapat ini adalah untuk menginventarisasi seluruh program dan kegiatan yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit, menyelaraskan perencanaan antar perangkat daerah dan instansi vertikal, menghindari tumpang tindih program, serta memperkuat koordinasi dalam mendukung implementasi kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Barat.

Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun basis data program dan kegiatan kelapa sawit yang komprehensif serta terbangunnya komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mendukung penyusunan RAD-KSB Provinsi Sulawesi Barat.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya matriks program dan kegiatan lintas sektor yang akan menjadi bagian dari dokumen RAD-KSB Provinsi Sulawesi Barat sebagai peta jalan (road map) pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dokumen tersebut nantinya diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program dan kegiatan yang mendukung peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan pekebun, perlindungan lingkungan, hilirisasi hasil perkebunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui penyusunan RAD-KSB yang partisipatif dan terintegrasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka berkomitmen untuk terus mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah yang sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.