Laut Mandar Bergemuruh! Sandeq Silumba 2026 Resmi Dibuka, Gubernur SDK: Sandeq Adalah Jati Diri Orang Mandar

Blog47 Dilihat

Majene, maleosulbar.com– Layar terkembang, angin Sendana berhembus kencang. Rest Area PP Palipi, Desa Banua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat 25 September 2026, berubah menjadi panggung kebangkitan maritim Sulawesi Barat. Sebanyak 80 Sandeq terbaik bersiap menantang Selat Makassar, menandai dimulainya Festival Bahari paling legendaris di Indonesia: Sandeq Silumba 2026.

Event akbar ini resmi dibuka dengan penuh khidmat dan meriah. Hadir langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) bersama Kapolda Sulbar dan jajaran pimpinan FORKOPIMDA Sulawesi Barat. Turut hadir Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba Syamsul Samad, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh adat Mandar.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka resmi membuka event Sandeq Silumba 2026 di Rest Area Palipi. Dalam sambutannya, ia menegaskan posisi Sandeq bukan sekadar lomba perahu, melainkan identitas yang hidup.

“Memang Sandeq ini jati diri orang Mandar,” kata Suhardi Duka.

Menurut Gubernur, Sandeq Silumba tahun ini harus naik kelas. Tidak boleh berhenti sebagai event lokal. Pemerintah Provinsi berkomitmen mendorongnya menjadi agenda nasional hingga internasional.

Komitmen itu diperkuat dengan fakta bahwa Sandeq Silumba telah resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Kehadiran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menjadi penegas bahwa Sandeq adalah urusan masa depan laut. Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM hadir langsung didampingi Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan jajaran staf.

Dalam keterangannya di sela pembukaan, Safaruddin menegaskan DKP Sulbar tidak hanya hadir sebagai penonton, tapi sebagai pengawal ekosistem maritim.

“Sandeq Silumba ini adalah sekolah karakter bagi generasi muda bahari kita. Tugas kami di DKP Sulbar memastikan tradisi ini tetap lestari, lautnya terjaga, dan Passandeq kita sejahtera. Perahu boleh melaju kencang, tapi nilai kearifan lokalnya harus tetap menjadi jangkar utama pembangunan kelautan Sulbar yang Malaqbi,” ujar Safaruddin.

Kehadiran Kabid PSDKP juga menjadi simbol penting, bahwa keselamatan pelayaran tradisional dan keberlanjutan ruang laut selama event berlangsung menjadi perhatian serius pemerintah.

Bagi yang belum tahu, mengapa Sandeq begitu mendunia?

1. Perahu Tercepat : Sandeq dikenal sebagai perahu layar tradisional tercepat di dunia dengan bentuk lambung yang sangat ramping dan layar segitiga.
2. Tanpa Paku : Dibuat dengan teknik tradisional tanpa paku besi, hanya menggunakan pasak kayu dan ikatan yang presisi.
3. Filosofi Keseimbangan: Untuk menjaga keseimbangan, Passandeq harus piawai memainkan cadik (katir) dan berat badan. Ini adalah simbol filosofi hidup orang Mandar: hidup harus seimbang antara keberanian dan perhitungan.

Peningkatan peserta tahun ini menjadi 80 perahu dari tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa warisan ini tidak mati. Animo masyarakat yang tinggi adalah cerminan keberhasilan penyelenggaraan tahun lalu.

Rangkaian sambutan pada pembukaan disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah Syamsul Samad, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, dan ditutup oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Dengan resmi dibukanya Sandeq Silumba 2026, 80 Sandeq akan menempuh rute Majene – Polman, membawa pesan bahwa dari sebuah desa kecil bernama Banua, jati diri Mandar siap berlayar mendunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *