Lembaga Amil Zakat Salurkan Air Bersih Ke Rumah Warga Atasi Kekeringan

Blog29 Dilihat

Mamuju Tengah, maleosulbar.com – Relawan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menyalurkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Penyaluran ini dilakukan di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Mamuju Tengah.

Relawan mengisi gentong-gentong dengan air bersih untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Aksi LAZISNU ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah yang menginstruksikan distribusi air bersih secara adil dan tepat sasaran.

Bupati Mamuju Tengah meminta seluruh pihak, mulai dari BPBD, PDAM, PUPR, BAZNAS, PMI hingga instansi dan dunia usaha, ikut mengambil bagian dalam penanganan dampak kekeringan.

Pemerintah daerah juga meminta distribusi air bersih menjangkau 29 desa terdampak secara merata dan terjadwal. Selain pemenuhan kebutuhan air, pemerintah menginstruksikan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi dampak kekeringan.

Salah satunya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan patroli di wilayah rawan serta sosialisasi larangan membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat juga didorong menghemat penggunaan air. Pemerintah meminta kampanye hemat air dilakukan secara masif untuk mengantisipasi kondisi kekeringan yang berpotensi berlangsung lebih panjang.

Di sektor pertanian dan perkebunan, pemerintah menyiapkan langkah untuk menyelamatkan lahan pangan dan sawit. Sebanyak 528,6 hektare lahan disebut terancam terdampak kekeringan.

Pemerintah mendorong penyediaan pompa air serta benih yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Serangan ulat api pada tanaman sawit juga diminta ditangani bersama dengan para pengusaha perkebunan.

Dampak kekeringan juga diantisipasi dari sisi kesehatan. Dinas Kesehatan dan UPT PSC 119 diminta menyiapkan langkah preventif, terutama terhadap risiko peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pelayanan Puskesmas dan ambulans juga diminta dioptimalkan agar masyarakat di desa-desa terpencil tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bupati menegaskan penanganan kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Instansi pemerintah, badan usaha milik daerah, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan dan relawan diminta memberikan kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

ASN juga diminta menjadi teladan dalam penggunaan air sekaligus menyebarkan informasi mitigasi yang benar kepada masyarakat. Pemerintah mengingatkan agar informasi yang tidak valid tidak disebarkan karena dapat menimbulkan kepanikan.

Bupati mengapresiasi dedikasi Forkopimda, instansi, dunia usaha, media dan relawan yang ikut menangani kondisi tersebut.

“Keselamatan dan perlindungan masyarakat Mamuju Tengah adalah hukum tertinggi,” kata Bupati.

Dengan dimulainya operasi tersebut, Satgas Siaga Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Mamuju Tengah secara resmi dinyatakan mulai bekerja. Penyaluran air bersih oleh relawan menjadi salah satu bentuk kolaborasi masyarakat dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa kekeringan.