HUT Sulawesi Barat ke-22, Kadis ESDM Ajak Perkuat Kolaborasi Wujudkan Sulbar Maju dan Sejahtera

Blog21 Dilihat

MAMUJU, maleosulbar.com— Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Barat ke-22. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Dinas ESDM Sulbar, Selasa (22/9/2026), usai mengikuti Upacara HUT Sulbar ke-22.

“Selamat HUT Sulawesi Barat ke-22. Semoga di usia yang semakin dewasa ini, Sulawesi Barat semakin maju dan sejahtera,” ujar Bujaeramy.

Bujaeramy menyampaikan bahwa momentum HUT Sulbar ke-22 menjadi refleksi bersama untuk terus mempercepat pembangunan, termasuk di sektor energi dan sumber daya mineral. Menurutnya, usia 22 tahun merupakan fase kedewasaan yang menuntut Sulawesi Barat untuk semakin mandiri dalam mengelola potensi daerah, termasuk di sektor ESDM.

“Di usia yang ke-22 ini, kita harus semakin dewasa dalam membangun daerah. Sektor energi dan sumber daya mineral memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penopang infrastruktur, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Bujaeramy menjelaskan bahwa Dinas ESDM Sulbar memiliki empat bidang yang masing-masing berperan penting dalam pembangunan daerah, yakni Bidang Ketenagalistrikan yang menangani urusan penyediaan tenaga listrik termasuk pemerataan akses listrik bagi masyarakat, Bidang Energi yang mengelola potensi energi baru terbarukan serta konservasi energi, Bidang Mineral dan Batubara yang mengawasi dan mengembangkan potensi pertambangan mineral dan batubara di daerah, serta Bidang Geologi dan Air Tanah yang menangani urusan geologi, air tanah, dan mitigasi bencana geologi.

“Keempat bidang ini merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kami terus berupaya memastikan setiap bidang menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Barat,” tuturnya.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pemerataan akses listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Kehadiran listrik di daerah terpencil dan kepulauan mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di pedesaan.

“Listrik adalah kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pemerataan akses listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut peningkatan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Bujaeramy menekankan bahwa percepatan pemerataan akses listrik tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi multipihak, baik dengan Kementerian ESDM, PLN, pemerintah kabupaten/kota, maupun pelaku usaha melalui skema CSR dan shared funding. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya dukungan program dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM, yang dinilai sangat membantu rumah tangga miskin mendapatkan akses listrik.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor. Dengan kolaborasi ini, target rasio elektrifikasi 100 persen dan penurunan kemiskinan ekstrem dapat kita capai, dimana kondisi elektrifikasi PLN sekarang berkisar di angka 90%” ujarnya.

Bujaeramy berharap momentum HUT Sulbar ke-22 menjadi titik balik semangat bersama dalam membangun daerah, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.

“Mari kita jadikan HUT Sulbar ke-22 ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi. Dengan kerja sama semua pihak, Sulawesi Barat yang lebih maju dan sejahtera dapat kita wujudkan,” pungkasnya.