Dinas Pangan dan TP-PKK Sulbar Gelar Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Simboro

Blog29 Dilihat

MAMUJU, maleosulbar.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pangan Daerah bekerja sama dengan TP- PKK Provinsi Sulawesi Barat menggelar Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi di Aula Kantor Camat Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki balita kurang gizi.

Kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka melalui Panca Daya, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri dan sejahtera. Edukasi pangan dan gizi menjadi bagian penting dalam membangun kualitas keluarga dan generasi Sulawesi Barat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi, dan diikuti sekitar 60 peserta. Peserta terdiri atas ibu balita kurang gizi, ibu hamil, kader TP-PKK kecamatan dan kelurahan, TP-PKK Kabupaten Mamuju, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menerima bantuan pangan bergizi berupa beras, abon, telur, minyak goreng dan gula pasir. Bantuan diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan balita.

Ketua TP-PKK Sulbar, Ny. Harsinah Suhardi menyampaikan, Gerakan Edukasi Pangan dan Gizi tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyerahan bantuan pangan, tetapi merupakan gerakan edukasi dan aksi bersama untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta praktik masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Suyuti Marzuki mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan keluarga mengakses, memilih, mengolah dan mengonsumsi pangan yang cukup, aman, beragam dan bergizi.

Menurutnya, persoalan kekurangan gizi dan stunting membutuhkan penanganan secara bersama melalui kolaborasi lintas sektor. Karena itu, edukasi kepada keluarga menjadi penting agar pangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga.

“Ketersediaan pangan yang cukup saja belum tentu menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi keluarga. Banyak keluarga yang memiliki akses terhadap bahan pangan, tetapi belum mampu memilih, mengolah, dan menyajikan makanan yang bergizi, seimbang, aman, serta sesuai kebutuhan anggota keluarganya,” jelasnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan simulasi dan praktik memasak. Peserta diberikan edukasi mengenai pemilihan bahan pangan lokal, penyusunan menu bergizi seimbang, pengolahan pangan yang tepat, serta penyajian makanan yang sesuai kebutuhan keluarga.

TP-PKK juga mendorong para kader di tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan agar aktif mendampingi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi. Pendampingan dilakukan melalui edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan, serta penguatan praktik konsumsi pangan yang beragam dan bergizi.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi Dinas Pangan, TP-PKK, pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan kualitas gizi masyarakat. Upaya ini sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Barat yang sehat, cerdas dan berkualitas.